MARKETIVA FOREX | DAFTAR MARKETIVA INDONESIA
BELAJAR FOREX DI MARKETIVA

PANDUAN MARKETIVA INDONESIA

BERITA BAIK : TRADING FOREX MARKETIVA TANPA MODAL..!!

MARKETIVA adalah perusahaan finansial yang secara khusus menyediakan layanan trading online terbaik dan terpercaya kepada trader.



Keunggulan Marketiva

1. Bonus $5 cash,setelah anda mendaftar!
2. Spread mulai dari 2 pips.
3.
Tidak ada komisi perdagangan
4. Virtual demo and live trading dengan 1 account
5. Latest economic news
6. Alerts on market events
7.
Trading mulai dari 1% margin
8. 24-hour customer support (Bahasa Indonesia)
9. Deposit dan withdraw yang mudah dan cepat
10. Bisa Chatting sesama member.
11. Charting tools yang sangat mudah digunakan
12. Satu (1) account untuk forex,funds,index dll.

13. Bisa Trading Melalui Handphone...dll..


Sebelum mendaftar silahkan anda kirimkan email ke
panduanmarketiva@yahoo.com untuk mendapatkan kode kupon yang harus anda masukan pada formulir pendaftaran.

Setelah anda selesai mendaftar, Maka anda wajib untuk verifikasi data diri!!

Segera Daftar di Marketiva dan dapatkan Free $5....

Untuk panduan cara mendaftar di Marketiva bisa anda lihat di Cara Daftar Marketiva



Jika anda ingin bertanya silahkan kirim email ke panduanmarketiva@yahoo.com

Penyebab Resesi Amerika

Saya akan menceritakan secara awam mengenai resesi yang terjadi di Amerika.

Semua perusahaan yang sudah go public lebih dituntut untuk terus berkembang di semua sektor. Terutama labanya. Kalau bisa, laba sebuah perusahaan publik terus meningkat sampai 20 persen setiap tahun. Soal caranya bagaimana, itu urusan kiat para CEO dan direkturnya.

Pemilik perusahaan itu (para pemilik saham) biasanya sudah tidak mau tahu lagi apa dan bagaimana perusahaan tersebut dijalankan. Yang mereka mau tahu adalah dua hal yang terpenting saja: harga sahamnya harus terus naik dan labanya harus terus meningkat.
Perusahaan publik di AS biasanya dimiliki ribuan atau ratusan ribu orang, sehingga mereka tidak peduli lagi dengan tetek-bengek perusahaan mereka.

Mengapa mereka menginginkan harga saham harus terus naik? Agar kalau para pemilik saham itu ingin menjual saham, bisa dapat harga lebih tinggi dibanding waktu mereka beli dulu: untung.

Mengapa laba juga harus terus naik? Agar, kalau mereka tidak ingin jual saham, setiap tahun mereka bisa dapat pembagian laba (dividen) yang kian banyak.

Soal cara bagaimana agar keinginan dua hal itu bisa terlaksana dengan baik, terserah pada CEO-nya. Mau pakai cara kucing hitam atau cara kucing putih, terserah saja. Sudah ada hukum yang mengawasi cara kerja para CEO tersebut: hukum perusahaan, hukum pasar modal, hukum pajak, hukum perburuhan, dan seterusnya.

Apakah para CEO yang harus selalu memikirkan dua hal itu merasa tertekan dan stres setiap hari? Bukankah sebuah perusahaan kadang bisa untung, tapi kadang bisa rugi?

Anehnya, para CEO belum tentu merasa terus-menerus diuber target. Tanpa disuruh pun para CEO sendiri memang juga menginginkannya. Mengapa? Pertama, agar dia tidak terancam kehilangan jabatan CEO. Kedua, agar dia mendapat bonus superbesar yang biasanya dihitung sekian persen dari laba dan pertumbuhan yang dicapai. Gaji dan bonus yang diterima para CEO perusahaan besar di AS bisa 100 kali lebih besar dari gaji Presiden George Bush . Mana bisa dengan gaji sebesar itu masih stres?

Keinginan pemegang saham dan keinginan para CEO dengan demikian seperti tumbu ketemu tutup: klop. Maka, semua perusahaan dipaksa untuk terus-menerus berkembang dan membesar. Kalau tidak ada jalan, harus dicarikan jalan lain. Kalau jalan lain tidak ditemukan, bikin jalan baru. Kalau bikin jalan baru ternyata sulit, ambil saja jalannya orang lain. Kalau tidak boleh diambil? Beli! Kalau tidak dijual? Beli dengan cara yang licik -dan kasar! Istilah populernya hostile take over.

Kalau masih tidak bisa juga, masih ada jalan aneh: minta politisi untuk bikinkan berbagai peraturan yang memungkinkan perusahaan bisa mendapat jalan.

Kalau perusahaan terus berkembang, semua orang happy. CEO dan para direkturnya happy karena dapat bonus yang mencapai Rp 500 miliar setahun. Para pemilik saham juga happy karena kekayaannya terus naik. Pemerintah happy karena penerimaan pajak yang terus membesar. Politisi happy karena dapat dukungan atau sumber dana .

Dengan gambaran seperti itulah ekonomi AS berkembang pesat dan kesejahteraan rakyatnya meningkat. Semua orang lantas mampu membeli kebutuhan hidupnya. Kulkas, TV, mobil, dan rumah laku dengan kerasnya. Semakin banyak yang bisa membeli barang, ekonomi semakin maju lagi.

Karena itu, AS perlu banyak sekali barang. Barang apa saja. Kalau tidak bisa bikin sendiri, datangkan saja dari Tiongkok atau Indonesia atau negara lainnya. Itulah yang membuat Tiongkok bisa menjual barang apa saja ke AS yang bisa membuat Tiongkok punya cadangan devisa terbesar di dunia: USD 2 triliun!

Sudah lebih dari 60 tahun cara ”membesarkan’ ‘ perusahaan seperti itu dilakukan di AS dengan suksesnya. Itulah bagian dari ekonomi kapitalis. AS dengan kemakmuran dan kekuatan ekonominya lalu menjadi penguasa dunia.

Tapi, itu belum cukup.

Yang makmur harus terus lebih makmur. Punya toilet otomatis dianggap tidak cukup lagi: harus computerized!

Bonus yang sudah amat besar masih kurang besar. Laba yang terus meningkat harus terus mengejar langit. Ukuran perusahaan yang sudah sebesar gajah harus dibikin lebih jumbo. Langit, gajah, jumbo juga belum cukup.

Ketika semua orang sudah mampu beli rumah, mestinya tidak ada lagi perusahaan yang jual rumah. Tapi, karena perusahaan harus terus meningkat, dicarilah jalan agar penjualan rumah tetap bisa dilakukan dalam jumlah yang kian banyak. Kalau orangnya sudah punya rumah, harus diciptakan agar kucing atau anjingnya juga punya rumah. Demikian juga mobilnya.

Tapi, ketika anjingnya pun sudah punya rumah, siapa pula yang akan beli rumah?

Kalau tidak ada lagi yang beli rumah, bagaimana perusahaan bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan penjamin bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan alat-alat bangunan bisa lebih besar? Bagaimana bank bisa lebih besar? Bagaimana notaris bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan penjual kloset bisa lebih besar? Padahal, doktrinnya, semua perusahaan harus semakin besar?

Ada jalan baru. Pemerintah AS-lah yang membuat jalan baru itu. Pada 1980, pemerintah bikin keputusan yang disebut ” Deregulasi Kontrol Moneter ”. Intinya, dalam hal kredit rumah, perusahaan realestat diperbolehkan menggunakan variabel bunga. Maksudnya: boleh mengenakan bunga tambahan dari bunga yang sudah ditetapkan secara pasti. Peraturan baru itu berlaku dua tahun kemudian.

Inilah peluang besar bagi banyak sektor usaha: realestat, perbankan, asuransi, broker, underwriter, dan seterusnya. Peluang itulah yang dimanfaatkan perbankan secara nyata.

Begini ceritanya:

Sejak sebelum 1925, di AS sudah ada UU Mortgage. Yakni, semacam undang-undang kredit pemilikan rumah (KPR). Semua warga AS, asalkan memenuhi syarat tertentu, bisa mendapat mortgage (anggap saja seperti KPR, meski tidak sama).

Misalnya, kalau gaji seseorang sudah Rp 100 juta setahun, boleh ambil mortgage untuk beli rumah seharga Rp 250 juta. Cicilan bulanannya ringan karena mortgage itu berjangka 30 tahun dengan bunga 6 persen setahun.

Negara-negara maju, termasuk Singapura, umumnya punya UU Mortgage. Yang terbaru adalah UU Mortgage di Dubai. Sejak itu, penjualan properti di Dubai naik 55 persen. UU Mortgage tersebut sangat ketat dalam menetapkan syarat orang yang bisa mendapat mortgage.

Dengan keluarnya ”jalan baru” pada 1980 itu, terbuka peluang untuk menaikkan bunga. Bisnis yang terkait dengan perumahan kembali hidup. Bank bisa dapat peluang bunga tambahan. Bank menjadi lebih agresif. Juga para broker dan bisnis lain yang terkait.

Tapi, karena semua orang sudah punya rumah, tetap saja ada hambatan. Maka, ada lagi ”jalan baru” yang dibuat pemerintah enam tahun kemudian. Yakni, tahun 1986.

Pada 1986 itu, pemerintah menetapkan reformasi pajak. Salah satu isinya: pembeli rumah diberi keringanan pajak. Keringanan itu juga berlaku bagi pembelian rumah satu lagi. Artinya, meski sudah punya rumah, kalau mau beli rumah satu lagi, masih bisa dimasukkan dalam fasilitas itu.

Di negara-negara maju, sebuah keringanan pajak mendapat sambutan yang luar biasa. Di sana pajak memang sangat tinggi. Bahkan, seperti di Swedia atau Denmark , gaji seseorang dipajaki sampai 50 persen. Imbalannya, semua keperluan hidup seperti sekolah dan pengobatan gratis. Hari tua juga terjamin.

Dengan adanya fasilitas pajak itu, gairah bisnis rumah meningkat drastis menjelang 1990. Dan terus melejit selama 12 tahun berikutnya. Kredit yang disebut mortgage yang biasanya hanya USD 150 miliar setahun langsung menjadi dua kali lipat pada tahun berikutnya. Tahun- tahun berikutnya terus meningkat lagi. Pada 2004 mencapai hampir USD 700 miliar setahun.

Kata ”mortgage” berasal dari istilah hukum dalam bahasa Prancis. Artinya: matinya sebuah ikrar. Itu agak berbeda dari kredit rumah. Dalam mortgage, Anda mendapat kredit. Lalu, Anda memiliki rumah. Rumah itu Anda serahkan kepada pihak yang memberi kredit. Anda boleh menempatinya selama cicilan Anda belum lunas.

Karena rumah itu bukan milik Anda, begitu pembayaran mortgage macet, rumah itu otomatis tidak bisa Anda tempati. Sejak awal ada ikrar bahwa itu bukan rumah Anda. Atau belum. Maka, ketika Anda tidak membayar cicilan, ikrar itu dianggap mati. Dengan demikian, Anda harus langsung pergi dari rumah tersebut.

Lalu, apa hubungannya dengan bangkrutnya investment banking seperti Lehman Brothers?

Gairah bisnis rumah yang luar biasa pada 1990-2004 itu bukan hanya karena fasilitas pajak tersebut. Fasilitas itu telah dilihat oleh ”para pelaku bisnis keuangan” sebagai peluang untuk membesarkan perusahaan dan meningkatkan laba.

Warga terus dirangsang dengan berbagai iklan dan berbagai fasilitas mortgage. Jor-joran memberi kredit bertemu dengan jor-joran membeli rumah. Harga rumah dan tanah naik terus melebihi bunga bank.

Akibatnya, yang pintar bukan hanya orang-orang bank, tapi juga para pemilik rumah. Yang rumahnya sudah lunas, di-mortgage- kan lagi untuk membeli rumah berikutnya. Yang belum memenuhi syarat beli rumah pun bisa mendapatkan kredit dengan harapan toh harga rumahnya terus naik. Kalau toh suatu saat ada yang tidak bisa bayar , bank masih untung. Jadi, tidak ada kata takut dalam memberi kredit rumah.

Tapi, bank tentu punya batasan yang ketat sebagaimana diatur dalam undang-undang perbankan yang keras.

Sekali lagi, bagi orang bisnis, selalu ada jalan.

Jalan baru itu adalah ini: bank bisa bekerja sama dengan ”bank jenis lain” yang disebut investment banking.

Apakah investment banking itu bank?

Bukan. Ia perusahaan keuangan yang ”hanya mirip” bank. Ia lebih bebas daripada bank. Ia tidak terikat peraturan bank. Bisa berbuat banyak hal: menerima macam-macam ”deposito” dari para pemilik uang, meminjamkan uang, meminjam uang, membeli perusahaan, membeli saham, menjadi penjamin, membeli rumah, menjual rumah, private placeman, dan apa pun yang orang bisa lakukan. Bahkan, bisa melakukan apa yang orang tidak pernah memikirkan! Lehman Brothers, Bear Stern, dan banyak lagi adalah jenis investment banking itu.

Dengan kebebasannya tersebut, ia bisa lebih agresif. Bisa memberi pinjaman tanpa ketentuan pembatasan apa pun. Bisa membeli perusahaan dan menjualnya kapan saja. Kalau uangnya tidak cukup, ia bisa pinjam kepada siapa saja: kepada bank lain atau kepada sesama investment banking. Atau, juga kepada orang-orang kaya yang punya banyak uang dengan istilah ”personal banking”.

Saya sering kedatangan orang dari investment banking seperti itu yang menawarkan banyak fasilitas. Kalau saya mau menempatkan dana di sana , saya dapat bunga lebih baik dengan hitungan yang rumit. Biasanya saya tidak sanggup mengikuti hitung-hitungan yang canggih itu.

Saya orang yang berpikiran sederhana. Biasanya tamu-tamu seperti itu saya serahkan ke Dirut Jawa Pos Wenny Ratna Dewi. Yang kalau menghitung angka lebih cepat dari kalkulator. Kini saya tahu, pada dasarnya dia tidak menawarkan fasilitas, tapi cari pinjaman untuk memutar cash-flow.

Begitu agresifnya para investment banking itu, sehingga kalau dulu hanya orang yang memenuhi syarat (prime) yang bisa dapat mortgage, yang kurang memenuhi syarat pun (sub-prime) dirangsang untuk minta mortgage.

Di AS, setiap orang punya rating. Tinggi rendahnya rating ditentukan oleh besar kecilnya penghasilan dan boros-tidaknya gaya hidup seseorang. Orang yang disebut prime adalah yang ratingnya 600 ke atas. Setiap tahun orang bisa memperkirakan sendiri, ratingnya naik atau turun.

Kalau sudah mencapai 600, dia sudah boleh bercita-cita punya rumah lewat mortgage. Kalau belum 600, dia harus berusaha mencapai 600. Bisa dengan terus bekerja keras agar gajinya naik atau terus melakukan penghematan pengeluaran.

Tapi, karena perusahaan harus semakin besar dan laba harus kian tinggi, pasar pun digelembungkan. Orang yang ratingnya baru 500 sudah ditawari mortgage. Toh kalau gagal bayar , rumah itu bisa disita. Setelah disita, bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi dari nilai pinjaman. Tidak pernah dipikirkan jangka panjangnya.

Jangka panjang itu ternyata tidak terlalu panjang. Dalam waktu kurang dari 10 tahun, kegagalan bayar mortgage langsung melejit. Rumah yang disita sangat banyak. Rumah yang dijual kian bertambah. Kian banyak orang yang jual rumah, kian turun harganya. Kian turun harga, berarti nilai jaminan rumah itu kian tidak cocok dengan nilai pinjaman. Itu berarti kian banyak yang gagal bayar .

Bank atau investment banking yang memberi pinjaman telah pula menjaminkan rumah-rumah itu kepada bank atau investment banking yang lain. Yang lain itu menjaminkan ke yang lain lagi. Yang lain lagi itu menjaminkan ke yang beriktunya lagi. Satu ambruk, membuat yang lain ambruk. Seperti kartu domino yang didirikan berjajar. Satu roboh menimpa kartu lain. Roboh semua.

Berapa ratus ribu atau juta rumah yang termasuk dalam mortgage itu? Belum ada data. Yang ada baru nilai uangnya. Kira-kira mencapai 5 triliun dolar. Jadi, kalau Presiden Bush merencanakan menyuntik dana APBN USD 700 miliar, memang perlu dipertanyakan: kalau ternyata dana itu tidak menyelesaikan masalah, apa harus menambah USD 700 miliar lagi? Lalu, USD 700 miliar lagi?

Itulah yang ditanyakan anggota DPR AS sekarang, sehingga belum mau menyetujui rencana pemerintah tersebut. Padahal, jumlah suntikan sebanyak USD 700 miliar itu sudah sama dengan pendapatan seluruh bangsa dan negara Indonesia dijadikan satu.

Jadi, kita masih harus menunggu apa yang akan dilakukan pemerintah dan rakyat AS. Kita juga masih menunggu data berapa banyak perusahaan dan orang Indonesia yang ”menabung” - kan uangnya di lembaga-lembaga investment banking yang kini lagi pada kesulitan itu.

Sebesar tabungan itulah Indonesia akan terseret ke dalamnya. Rasanya tidak banyak, sehingga pengaruhnya tidak akan sebesar pengaruhnya pada Singapura, Hongkong, atau Tiongkok.

Singapura dan Hongkong terpengaruh besar karena dua negara itu menjadi salah satu pusat beroperasinya raksasa-raksasa keuangan dunia. Sedangkan Tiongkok akan terpengaruh karena daya beli rakyat AS akan sangat menurun, yang berarti banyak barang buatan Tiongkok yang tidak bisa dikirim secara besar-besaran ke sana . Kita, setidaknya, masih bisa menanam jagung.

Baca juga info tentang Krisis Keuangan Global

Read more...

Cara Mengganti Nama Atau Username Di Marketiva

Salam..

Ternyata di Marketiva kita bisa untuk mengganti username kita.
Memang banyak alasan yang bisa menyebabkan untuk kita ganti misal; sudah bosen, terlalu terkenal di channel support (sering chatting sesama member) atau iseng aja mau ganti hehehe..
Yah... Apapun alasan anda untuk ganti terserah anda khan yang paling penting justru trading forexnya untuk selalu tetap profit.


Waktu tanya Pak Support Marketiva tentang pergantian username dan inilah jawabannya:

Untuk mengganti nama depan atau nama belakang, atau username anda, silakan ke [url ganti name ] dan kirim request. Silakan dipastikan anda telah menutup semua posisi open dan semua order aktif sebelum mengirimkan request untuk penggantian username


Ok, inilah caranya:
1. Silahkan kirim email ke support Marketiva.
Cth: Yth. Pak support Marketiva, Saya ingin mengganti username saya dari traderforexsejati menjadi belajarforex dan apabila username gwprofitterus sudah ada yang pakai maka tolong dipilhkan salah satu ini; belajarmarketiva, forexgratis, signalforex, cara belajar trading.

2. Dan silahkan tunggu untuk diganti usernamenya oleh pihak Marketiva(1-24jam)


Berikut tips supaya bisa cepat diproses:
1.Usahakan membuat permintaannya pada saat jam sepi, kamu bisa kira kira deh kapan tukang support lagi tidak terlalu sibuk, kalau lagi sibuk biasanya agak lama proses penggantian usernamenya.

2. Konfirmasi dulu ke petugas spesialist apakah bisa diganti saat itu juga, bilang alasan anda akan segera open posisi lagi, kalau ternyata bisa silakan maka anda beruntung. Biasanya setelah kirim email, dan anda tanyakan lagi ke pak support, maka username anda akan segera diganti.

3. username di Marketiva harus diawali dengan karakter huruf kecil diikuti oleh karakter lain dapat berupa huruf, angka, titik, underscore, tanda minus (-) dan panjangnya antara 3-32 karakter, sekalian berikan beberapa alternatif untuk dipilih berdasarkan prioritas, jadi kalau username pilihan pertama sudah ada yang punya maka bisa dipilihkan alternatif yang anda sertakan, ini lebih baik daripada anda harus kirim email berkali kali.

Selamat berburu username Marketiva baru anda...

MARKETIVA BAHASA INGGRIS

Read more...

Indonesia adalah negara anggota terbanyak forex marketiva

Marketiva merupakan salah satu broker forex yang terbesar dan Indonesia adalah negara yang memiliki trader terbanyak di Marketiva.
Salah satu contoh buktinya dapat kita lihat di traffic detail alexa: http://www.alexa.com/data/details/traffic_details/marketiva.com Ternyata Indonesia merupakan peringkat pertama diikuti China dan berikutnya adalah Nigeria. Dibandingkan dengan China sebagai negara nomor 2 maka perbedaan yang jauh bisa menjadi tolak ukur bahwa anggota forex marketiva terbanyak berasal dari indonesia.
Lalu jika anda adalah member marketiva maka jika bergabung di live support pun kebanyakan menggunakan bahasa indonesia dan bahasa china.
Dengan semakin majunya dunia investasi forex maka semakin banyak juga investor yang menekuni forex sebagai investasi yang baik dan mungkin dengan semakin banyaknya investor forex dari indonesia maka kesadaran akan masyarakat indonesia untuk investasi semakin meningkat. Dan jika semakin banyak orang indonesia profit di forex maka itu bisa menjadi tambahan sumber devisa.

Selamat Trading Trader Indonesia.. Sukses Selalu..

Silahkan anda buka account Marketiva di DAFTAR MARKETIVA

Read more...

FREE EBOOK FOREX

Saya akan memberikan beberapa ebook tentang forex yang akan berguna untuk anda dalam trading forex online di Marketiva dan broker forex lainnya. Diharapkan dengan adanya ebook ini akan dapat membantu anda untuk meraih profit.

1. SELL AND SELL SHORT
2. INSTANT INCOME
3. 30 DAYS TO MARKET MISTERY
4. MONEY MANAGEMENT IN TRADING
5. FOREX MONEY MANAGEMENT
6. THE NEW TECHNICAL TRADER
7. Trade Like Warren Buffett
8. Technical Analysis for Long Term Investor
9. Trading With DiNapoli Levels - The Pratical Application of Fibonacci Analysis

Read more...

Menjadi Trader Yang Lebih Baik.

Tidak ada orang yang satu hari miskin, tahu-tahu hari berikutnya jadi orang sukses atau kaya. Orang itu harus sehari demi sehari melatih kemampuannya berbisnis, melatih kehidupannya, melatih kemauannya.

Mungkin tulisan ini sudah anda baca untuk kesekian kali. Saya selalu bertanya-tanya atau ada yang bertanya-tanya kepada saya, “Brother, kalau saya baca artikel/trik anda, forum2 tetangga atau saya ikuti seminar/pendidikan FOREX apakah saya bisa menjadi trader sukses ?” Saya tertawa dan dia juga tertawa. Saya katakan, “Bisa anda menjadi TRADER sukses. Kalau sebelumnya anda memang juga TRADER sukses”.

Artikel/Tips/Trik atau seminar Trading forex atau buku-buku tentang forex, apakah bisa membuat anda menjadi trader sukses setelah anda mengikuti atau membaca buku tersebut ? Jawabannya tidak, tidak bisa! Tetapi apakah semua hal ini akan bisa membuat anda menjadi trader yang lebih baik? Menjadi Trader yang mampu mengambil keuntungan? Menjadikan lebih mampu melihat situasi market saat ini ? Ya, jawaban inilah yang benar.

Kita tidak bisa sukses sebagai seorang trader sekaligus. Kita tidak bisa menjadi trader yang hebat, kita tidak bisa menjadi trader yang luar biasa hanya karena mengikuti seminar, membaca sebuah buku ataupun menerapkan sebuah system trading. Tapi kita bisa menjadi Trader yang lebih baik.

Tidak ada orang yang satu hari miskin, tahu-tahu hari berikutnya jadi trader sukses atau kaya. Karena mendapat lotre, ya, tapi pada umumnya tidak. Orang itu harus sehari demi sehari melatih kemampuannya bertrading. Melatih psikologinya, melatih kemauannya untuk menjadi lebih baik. Bekerja sedikit lebih keras, bekerja sedikit lebih baik, mencoba sesuatu yang baru, untuk menjadikan dirinya menjadi lebih sukses dalam bertransaksi, menjadi lebih baik lagi.

Anda mengikuti seminar, anda mendengarkan sesuatu yang baik, anda membaca sesuatu yang baik, lalu anda terapkan dalam trading anda. Anda jadikan pengetahuan anda menjadi sebuah tindakan. Dan menjadikan tindakan anda ini menjadi sebagai sebuah kebiasaan. Kebiasaan inilah yang akan membawa kepada kesuksesan anda berTRADING. Bukan seminar/artikel tentang forex ini yang membawa kesuksesan.


Jangan percaya ilusi atau anggapan bahwa orang mengikuti seminar ini atau membaca buku itu atau menerapkan sebuah system langsung menjadi trader handal atau menjadi orang sukses/kaya. Tidak ada. Yang ada adalah ketika anda mendengarkan atau membaca hal itu, anda cerna, anda perhatikan. Dan tanyakan pada diri, “Apakah hal ini berguna bagi saya ?” Bila ya, akan saya lakukan, akan saya terapkan. Dan semua ini menjadikan anda sedikit lebih dekat pada kesuksesan anda. Sedikit lebih maju dari trading anda sebelumnya. Anda membuat diri anda menjadi lebih sukses.

Untuk inspirasi anda lihatlah kisah sukses seorang trader forex

Dan selalu Ingatlah nasehat dari Warren Buffet.

Read more...

Hati-hati dengan FXPRO..!?

Saya mendapatkan email dari gainscope yang berisikan agar member FXPRO berhati-hati dan segera untuk mencairkan dananya segera mungkin karena broker forex tersebut kemungkinan sedang bermasalah.

Berikut akan saya tampilkan secara lengkap isi dari email tersebut.




PENGUMUMAN PENTING MENGENAI FXPRO


Kepada Para User Yth,

Dengan ini kami team management GainScope.com memberitahukan bahwa mulai sejak Tanggal 24 Feb 2009, kami memutuskan untuk TIDAK LAGI BEKERJASAMA dengan FXPRO (EuroOrient Securities and Financial Services Ltd).

Sehubungan dengan hal ini maka segala pelayanan dan support terhadap FxPro juga akan kami hentikan, termasuk penggunaan robot kami juga akan kami non aktifkan dari FXPRO. Semua posisi trading yang sedang dijalankan sebaiknya segera diclose sebelum tanggal tersebut diatas karena kami tidak menyediakan support untuk menangani posisi trading anda setelah tanggal tersebut, serta untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan pada pihak klien. Kami tidak lagi merekomendasikan untuk bertrading di FXPRO kembali demi kebaikan bersama. Jika hal ini diabaikan maka kami tidak bertanggung jawab atas account anda.

Untuk segala urusan pelayanan dan support dengan pihak FxPro termasuk penarikan uang/withdrawal dari FxPro akan kami bantu HINGGA tanggal 24 Februari 2009.
Dari kondisi ini, kami menyarankan anda untuk menarik semua dana anda dari FXPRO dan memindahkannya sebelum terlambat

Tariklah dana anda dari FXPRO ke rekening bank anda sebagai langkah aman terlebih dahulu

Bla..bla…(baca sendiri..)

Kami GainScope.com selaku konsultan support broker berkomitmen untuk selalu memberikan anda pelayanan yang terbaik dan informasi lebih awal mengenai hal kondisi suatu broker apabila diindikasikan sudah tidak layak lagi untuk dipakai ataupun tidak aman.

Segera lakukan sebelum terlambat!


Terima kasih
Gainscope



Disini saya tidak bermaksud untuk menjelek-jelekan FXPRO, saya hanya ingin menyampaikan sesuatu yang saya ketahui dari gainscope. Segala keputusan ada ditangan anda...

Jika anda ingin Trading Forex di Marketiva silahkan anda buka account di MARKETIVA

Read more...

Warren Bufffet Memberikan Nasehat Kepada Kita Semua..

Tulisan berikut merupakan rangkuman 1 jam wawancara dengan, Investor Legendaris nomor satu di dunia di CNBC. Warren Buffet saat ini adalah orang terkaya nomor satu di dunia versi majalah Forbes, dengan aset pribadi sebesar $ 62 milyar (setara 619 triliun rupiah).

Buffet sekaligus filantrop / dermawan nomor satu dunia yang telah menyumbangkan lebih dari $ 31 milyar (sekitar Rp. 300 triliun!!!) dana pribadinya untuk sumbangan-sumbangan.

Berikut 9 aspek kehidupannya yang sangat menarik:

1. Buffet memulai investasi sahamnya pada usia 11 tahun, dan ia sangat menyesal memulai investasi saham di usia yang terlambat
2. Dia membeli sebuah lahan pertanian kecil pada usia 14 tahun dari hasil tabungannya menjadi loper koran
3. Dia tetap hidup sederhana dengan gaya hidup yang tidak berubah, memiliki rumah dengan 3 kamar tidur kecil di kota kecil Omaha, yang ia beli setelah ia menikah 50 tahun yang lalu, 4. Rumahnya tidak memiliki pagar.
4. Dia mengendarai mobilnya sendiri tanpa seorang sopir ataupun bodyguard di dekatnya
5. Dia tidak pernah bepergian menggunakan jet pribadi, walaupun ia memiliki perusahaan jet pribadi terbesar di dunia
6. Perusahaannya, Berkshire Hathaway, memiliki 63 perusahaan. Ia hanya menulis 1 surat setiap tahun ke CEO perusahaan2nya tersebut, memberikan mereka tujuan bisnis yang harus dicapai setiap tahunnya. Ia tidak pernah mengadakan meeting atau menelepon CEO2 tersebut, ia hanya memberikan 2 buah peraturan: 1) Rule number 1: Jangan pernah membuat rugi para pemilik saham; 2) Rule number 2: Jangan pernah lupa Aturan nomor 1
7. Ia tidak pernah bersosialisasi di klub-klub orang kaya. Waktu luangnya setelah ia tiba di rumah ia gunakan untuk membuat popcorn, dan menonton TV
8. Bill Gates, mantan orang terkaya di dunia, tidak pernah berminat untuk menemui Buffet karena tidak melihat adanya kesamaan yang mereka miliki, namun 5 tahun yang lalu Bill mencoba membuat agenda untuk bertemu dengan Buffet hanya selama 30 menit. Namun meeting tersebut justru berlangsung selama 10 jam, Bill berbincang-bincang lama sekali dengan Buffet.
9. Buffet tidak pernah membawa hanphone, maupun PC/laptop di mejanya,


Nasehatnya untuk Anak Muda:

Stay away from credit cards and invest in yourself and remember:

1. Uang tidak menciptakan manusia. Namun manusia bisa menciptakan UANG
2. Jalani kehidupan Anda sesederhana diri Anda sendiri. Yang penting diri Anda NYAMAN
3. Jangan lakukan apa yang orang lain katakan. Dengarkan saja mereka, namun lakukanlah hanya apa yang membuat Anda merasa nyaman (feel good)
4. Jangan membeli barang karena merknya. Kenakanlah pakaian yang memang membuat Anda merasa nyaman.
5. Jangan menghabiskan uang Anda untuk barang-barang yang tidak penting. Gunakanlah uang Anda secara bijaksana untuk kebutuhan yang memang benar-benar Anda perlukan.
6. Akhirnya, ini semua adalah kehidupan Anda. Hidup ini hanya sekali. Mengapa Anda harus memberikan orang lain kesempatan untuk mengatur hidup Anda?. Hiduplah dengan gaya Anda sendiri, yang penting Anda senang, Anda puas, Anda nyaman, & Anda bahagia.

Warren Buffet memang orang hebat dan patut untuk diteladani.
Untuk Investasi memang Warren Buffet Terbaik.

Read more...

DISCLAIMER

.

TopOfBlogs TOP 100 FOREX SITES Business & Finance - Top Blogs Philippines Top Blogs
eXTReMe Tracker

  © Blogger template The Business Templates by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP