Penguatan yang terjadi selepas Pilpres 2009 dinilai masih belum terjadi secara maksimal. Rupiah pun dipercaya masih bisa menguat lebih kuat lagi pada akhir pekan ini.
"Hasil pilpres mulai direspons positif, namun belum optimal. Saya pikir dengan sukses pilpres kemarin, mestinya rupiah masih bisa lebih kuat lagi. Mungkin pasar perlu menunggu perkembangan selanjutnya, yakni legitimasi dari KPU," ujar Kepala Ekonom BNI Tony Prasetyatono, saat dihubungi okezone, di Jakarta, Jumat (10/7/2009)
Tony menduga, rupiah akan menguat hingga ke level Rp10.100 per USD. Selanjutnya, rupiah akan menguat signifikan usai kabinet telah terbentuk, khususnya tim ekonomi sudah ada.
"Tonggak lain yang ditunggu pasar adalah susunan kabinet, tapi sayangnya hal itu masih lama, yaitu Oktober. Jadi, sementara ini, jika rupiah bisa Rp10.000 saja sudah bagus. Jika kelak kabinet bagus, bisa tembus di bawah Rp10.000," jelasnya.
Rupiah pada perdagangan kemarin, Kamis (9/7/2009) ditutup menguat ke level Rp10.208-Rp10.178 per USD dibanding perdagangan sebelum Pilpres 2009 pada Selasa 7 Juli, di level Rp10.235-Rp10.205 per USD.
Penguatan ini merupakan imbas dari kepercayaan pelaku pasar atas amannya pelaksanaan pilpres. Walau hasilnya belum diputuskan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), namun prosesnya berhasil terkendali.
Dari sisi eksternal, pelaku pasar tengah menyoroti hasil pertemuan G8 yang meyakini bahwa ekonomi global masih menghadapi significant risks dan memerlukan bantuan lebih lanjut







![Validate my Atom 1.0 feed [Valid Atom 1.0]](valid-atom.png)



